Sabtu, 31 Maret 2012
Golkar Berikan Solusi Soal BBM
Jakarta: Perang antar partai politik sangat kental terasa dalam rapat paripurna yang menunda kenaikan harga bahan bakar minyak. Partai Golkar mengakui rumusan yang diputuskan dalam rapat paripurna sebagai solusi jalan tengah untuk mengatasi pro-kontra kenaikan harga BBM. Golkar juga mengakui berpijak di antara kepentingan rakyat dan pemerintah.
"Partai Golkar membuktikan kita tidak hanya mendengarkan suara rakyat untuk tidak menaikkan harga BBM pada 1 April tapi juga memberikan jalan keluar serta berdiri sebagai pimpinan yang memberi arah dalam penyelesaian masalah-masalah besar yang kita hadapi," kata Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie saat pelepasan kader fungsionaris Golkar di Jakarta, Sabtu (31/3).
Menurut Aburizal, mereka telah memainkan peran yang besar dalam pembahasan kenaikan harga BBM. Menurut dia, dengan rumusan itu, tuntutan rakyat terpenuhi tapi hak pemerintah terjaga untuk menyesuaikan harga BBM di pasar internasional. Golkar yang mengklaim sukses meloloskan APBN-P 2012 kini meminta perbedaan yang terjadi selama paripurna tak memunculkan permusuhan.
"Karena itu pula saya menyampaikan apresiasi teman-teman koalisi, Presiden SBY, serta segenap jajaran kabinet Indonesia bersatu kedua, apresiasi dan uluran tangan persahabatan. Yang memilih alternatif berbeda yaitu PKS, PDIP, Hanura, perbedaan di antara kami bukan sikap permusuhan, tapi hanya perbedaan cara dalam melihat ekonomi," ujarnya.
Pada rapat paripurna, Partai Golkar menjadi kunci kemenangan partai koalisi pendukung pemerintah di DPR yang meloloskan tambahan ayat 6a pada pasal 7 UU APBN 2012 sehingga pemerintah punya peluang menaikan harga BBM. Padahal sebelum paripurna berlangsung, Golkar mengumumkan menolak kenaikan harga BBM. Padahal penambahan ayat 6a dinilai melanggar undang-undang.
Kini saatnya wanita menentukan pilihan!
Jakarta Wanita memang banyak keinginannya. Tetapi itu semua karena wanita ingin mendapatkan yang terbaik untuk setiap hal dalam kehidupannya. Jika wanita telah menentukan pilihan, maka pintu hatinya tak akan pernah tertutup untuk pilihan terbaiknya itu.
Begitu pula kecermatan wanita dalam memilih alat tes kehamilan Woman Choice. Apa sebenarnya yang membuat wanita menjatuhkan pilihannya pada Woman Choice?
Begitu banyak keunggulan dahsyat yang dapat Anda temukan pada alat tes kehamilan Woman Choice ini. Selain kepastian bahwa hasil pengetesannya 100%* sama dengan hasil laboratorium, Woman Choice juga lebih sensitif karena memiliki tingkat kepekaan yang tinggi. Sehingga untuk mendeteksi kehamilan hanya dibutuhkan kadar hCG yang rendah (20 mlU/ml hCG).
Anda dapat menggunakan Woman Choice untuk mendeteksi kehamilan 7 hari setelah berhubungan. Woman Choice mampu memberikan hasil tes kehamilan dengan cepat hanya dalam waktu 40 detik. Nah, produk ini cocok sekali untuk Anda yang ingin segera mengetahui hasil tes kehamilannya.
Woman Choice merupakan alat tes kehamilan made in Canada yang memiliki Sertifikat FDA 510K, Health Canada, CE, ISO 13485 dan telah terdaftar di Kementerian Kesehatan RI. Inilah yang menjadikan Woman Choice alat tes kehamilan terpercaya dan berkualitas internasional.
Woman Choice... pasti! Inilah saatnya bagi wanita untuk menentukan pilihan terbaik yang mampu menghadirkan kepastian hasil dalam melakukan tes kehamilan. Dapatkan informasi lebih pasti tentang Woman Choice dihttp://www.womanchoicepasti.com.
Politik · Hukum · Peristiwa · Kriminal · Opini Anda · Info Anda · Forum · Foto · TV * detikNews * Berita SBY Kumpulkan Elit PD di Kantor DPP Kramat
Jakarta Partai Demokrat akan menggelar rapat konsolidasi di kantor DPP siang ini. Dalam rapat itu, Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikabarkan hadir.
"Saya tahu ada rapat nanti, agendanya biasalah menyikapi perkembangan, soal apa saja," kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok, kepada detikcom, Minggu (1/4/2012).
Beredar informasi bahwa SBY akan langsung memimpin rapat. Sejumlah isu akan dibahas, termasuk soal kondisi koalisi mutakhir pasca sidang paripurna membahas BBM.
Rapat rencananya digelar pukul 14.00 WIB di Kantor DPP, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat. Wakil ketua Fraksi Partai Demokrat Sutan Bathoegana membenarkan soal kabar kehadiran SBY.
"Pak SBY yang mengundang kita, sebenarnya juga mengundang seluruh fraksi partai Demokrat," jawabnya.
Jumat, 30 Maret 2012
Sejumlah Fasilitas di Kompleks DPR/MPR Rusak
Jakarta: Setelah menjadi sasaran unjuk rasa sejak Jumat (30/3) siang, kondisi di kompleks gedung DPR/MPR, Jakarta, hancur. Beberapa fasilitas rusak parah akibat aksi anarkis. Pagar gedung yang sebelumnya diperbaiki dengan biaya sekitar Rp 2 miliar, kini sudah tidak berbentuk. Selain itu, Beberapa kendaraan bermotor yang belum diketahui pemiliknya juga hancur akibat sebelumnya diamuk massa.
Semalam, upaya mahasiswa untuk tetap bertahan di gedung DPR/MPR akhirnya buyar. Polisi anti huru-hara memaksa mereka keluar dari kompleks DPR karena waktu berunjuk rasa sudah habis sejak pukul 18.00 WIB.
Tak ada yang bisa mereka lakukan, meski niat untuk bertahan hanyalah untuk mengetahui apa hasil rapat paripurna DPR terkait rencana menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM. Sebab, polisi sudah menyiapkan gas air mata dan semprotan water cannon untuk mengusir pendemo.
Pengunjuk rasa yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan anggota serikat pekerja nasional ini tetap berupaya untuk bertahan lantaran rapat paripurna masih berlangsung alot. Polisi yang menjaga kewalahan menahan sabar karena pengunjuk rasa memancing aksi-aksi yang mengarah anarkis dengan melempari polisi.
Massa pun berlarian ke luar kompleks DPR meski sebagian tetap berusaha bertahan. Akibatnya, tembakan gas air mata terus berseliweran di udara mengarah ke kerumunan mahasiswa. Gencarnya polisi memaksa pendemo keluar dari kompleks gedung DPR akhirnya membuahkan hasil. Berangsur-angsur mahasiswa meninggalkan gedung Wakil Rakyat dan bertahan di jalan ke arah Slipi.
Akibat pembubaran paksa pendemo, arus lalu lintas di sekitar gedung DPR sempat kacau karena khawatir massa yang diusir akan mengamuk. Sekitar pukul 21.00 WIB, massa yang telah berunjuk rasa sejak siang hari baru bisa dibubarkan.
DPR Tunda Kenaikan Harga BBM, untuk Rakyat?
Jakarta: Demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM disertai pengrusakan terjadi di sekitar gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (30/3). Pagar gedung DPR senilai Rp 2 miliar kembali roboh di beberapa bagian. Aksi ini berubah klimaks, saat polisi bubarkan paksa pendemo yang bertahan di Senayan sampai malam. Rusuh di Ibu Kota, rusuh pula di berbagai daerah.
Di Medan, Sumatra Utara, misalnya. Tak setuju harga BBM naik, pos polisi menjadi sasaran. Tak puas merusaknya dengan hantaman kayu serta batu, oknum pendemo menyiram bensin lalu membakarnya. Pos polisi yang notabene dibangun dengan uang rakyat ini hangus tak berbentuk.
Sementara di Makassar, Sulawesi Selatan, mengaku haus, puluhan pengunjuk rasa menggeruduk restoran cepat saji. Aksi tak terpuji berupa pembakaran pos polisi juga terjadi di sini. Bahkan, nyaris turut menghanguskan bangunan di sebelahnya.
Tak kalah heboh. Atas nama rakyat, lewat tengah malam drama penentuan harga BBM di DPR memanas. Tak ada kata sepakat, voting pun digelar. Sempat mengerubuti pimpinan sidang, Fraksi PDI Perjuangan memutuskan walk out dari rapat menyusul Fraksi Hanura karena tidak setuju dengan dua opsi yang diajukan.
Hasil voting pun memenangkan opsi kedua, kenaikan harga BBM ditunda. Opsi kedua memungkinkan harga BBM naik jika harga rata-rata minyak mentah Indonesia naik atau turun lebih dari 15 persen dalam enam bulan.
Sebelumnya tertolak, pemerintah sudah berhitung dengan membuat empat skema melindungi rakyat miskin, yakni bantuan langsung sementara, subsidi angkutan umum, penyaluran beras miskin, serta beasiswa siswa miskin. Berbekal data Biro Pusat Statistik, sebanyak 18 juta keluarga miskin bakal terdampak isu ini dalam hitungan pemerintah.
Meski harga BBM tertunda naik pada 1 April besok, kenyataannya perekonomian masyarakat kadung terganggu. Harga-harga kebutuhan pokok di pasar-pasar meroket padahal harga BBM belum lagi akan naik. Harga kebutuhan pokok yang sudah mahal cenderung susah turun ke harga semula
Seorang Pemuda Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel
Gaza, Tembakan yang dilepaskan pasukan Israel menewaskan seorang pemuda Palestina di Jalur Gaza. Insiden ini terjadi di tengah aksi demo ribuan warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza untuk memperingati Hari Tanah (Landa Day).
Pria Palestina yang tewas tersebut adalah Mahmud Zakut. Pemuda berumur 20 tahun itu tewas ditembak tentara Israel di Beit Hanun dekat tembok perbatasan dengan Israel. Demikian disampaikan juru bicara dinas darurat Palestina Adham Abu Selmiya kepada kantor berita AFP, Sabtu (31/3/2012).
Menurut saksi mata, korban termasuk dari puluhan pemuda yang tetap pergi ke perbatasan utara tersebut meski aparat kepolisian Hamas mencoba menghentikan mereka.
Abu Selmiya mengatakan, total 37 orang terluka akibat tembakan pasukan Israel sepanjang sore kemarin waktu setempat. Kebanyakan korban berada di daerah Beit Hanun.
Di Tepi Barat, juru bicara Palang Merah menyatakan, 13 orang terluka akibat peluru karet tentara Israel. Sementara di Yerusalem timur, seorang pejabat senior gerakan Fatah pimpinan Presiden Palestina Mahmud Abbas terluka setelah terkena peluru karet di bagian mulutnya.
Korban luka-luka juga terjadi dalam aksi-aksi demo lainnya. Menurut pejabat medis Palestina, total 318 orang terluka dalam bentrok massa dengan polisi dan tentara Israel.
Aksi-aksi demo lainnya untuk memperingati Hari Tanah ini digelar di sejumlah daerah di Israel dan wilayah-wilayah yang diduduki Israel.
Hari Tanah (Land Day) merupakan acara tahunan yang menandai protes pendudukan Israel terhadap Palestina. Mereka memrotes kebijakan tanah Israel yang diklaim bersikap diskriminatif terhadap Palestina. Hari Tanah juga memperingati peristiwa 1976 ketika warga Arab memprotes penyitaan tanah yang berujung kematian.
Hari Tanah Palestina diperingati untuk mengingatkan rakyat Palestina akan tindakan rezim zionis Israel yang telah merampas ribuan hektar tanah milik publik dan individu di berbagai wilayah di Palestina, khususnya di wilayah Galilea.
Perampasan itu mendorong warga Arab di Palestina untuk mendeklarasikan aksi mogok massal, yang ketika itu menjadi perlawanan pertama terbesar rakyat Palestina terhadap rezim Israel, sejak Israel pertama kali menancapkan penjajahannya di Palestina pada 1948 silam.
Demo BBM di Palopo Ricuh, Tiga Orang Tertembak
PALOPO - Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Jumat (30/3/2012), berlangsung rusuh.
Sebanyak 1.000-an mahasiswa terlibat bentrok dengan aparat polisi dan Satpol-PP dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo. Hingga pukul 21.00 Wita, tercatat tiga korban dilarikan ke rumah sakit akibat terkena tembakan. Tiga korban ini, dua orang di antaranya mahasiswa dan seorang korban warga sipil yang tinggal di sekitar lokasi bentrokan.
Dua mahasiswa yang terkena tembakan dan dirawat di RS Atmedika Palopo, masing-masing Wahyuddin, mahasiswa STAIN Palopo menderita luka tembak di lengan kanan, dan Suprianto, mahasiswa Universitas Cokroaminoto (Uncokro) tertembak di betis kanan tembus bagian depan.
Sedangkan, warga sipil yang terkena peluru nyasar saat melintas di lokasi bentrokan pendemo dan aparat, bernama Zulkifli. Dia menderita luka tembak di paha kanan. Dia menjalani operasi pengangkatan timah panas yang bersarang di tubuhnya, pukul 21:00 Wita.
"Tiga korban, dua mahasiswa dan seorang warga sipil, kondisinya telah membaik setelah menjalani operasi pengangkatan peluru di tubuhnya. Mereka masih dirawat inap di RS Atmedika," kata dr Julyansih Syafitri kepada wartawan di RS Atmedika.
Dokter jaga RS Atmedika ini mengakui, tiga korban diduga kuat tertembak karena dilakukan operasi pengangkatan peluru yang bersarang di tubuh ketiga korban. Hanya sesuai bentuk lukanya, diduga kuat ketiga korban terkena peluru karet. "Lukanya terbuka, tetapi kuat tertembak peluru karet," katanya.
Zulkifli, warga Perumahan Anggrek Non Blok No 7 Palopo, mengaku terkena peluru nyasar saat melintas di lokasi bentrokan mahasiswa dan petugas, di Jalan Anggrek. Korban mengaku baru pulang kerja dan hendak ke rumahnya, sekitar pukul 18:30 Wita.
"Saya mendengar suara letusan senjata dan tiba-tiba saya terjatuh. Paha kanan saya terkena peluru nyasar, karena saat itu terjadi bentrokan antara pendemo dan petugas keamanan," kata Zulkifli ditemui Sindo di UGD RS Atmedika.
Wakapolres Palopo, Kompol Abire, membantah tegas anggotanya menembak pendemo saat terlibat bentrokan di sekitar Kantor DPRD dan perumahan Anggrek. Sebab, tidak ada anggota Polres Luwu diturunkan membawa senjata api, termasuk personel antihuru-hara yang diterjunkan mengamankan aksi unjukrasa yang diwarnai anarkistis ini.
"Anggota kami tidak menembak mahasiswa, karena tidak turun pengamanan membawa senjata. Kami hanya menghalau mahasiswa dengan gas air mata dan tidak ada pasukan pengamanan melepaskan tembakan, baik menggunakan senjata berpuluru karet, apalagi peluru tajam," tegas dia.
Sebaliknya, jajaran Polres Palopo menuding mahasiswa yang melepaskan tembakan ke arah aparat pengamanan menggunakan senjata api rakitan (Senpira) jenis Papporo dan melempari aparat kepolisian dengan batu dan kayu.
Sementara itu, tim medis RS Atmedika sejak bentrokan terjadi antara pendemo dan aparat pengamanan, sibuk melayani korban luka-luka yang dilarikan ke UGD. Sebanyak 15 korban luka-luka dirawat di RS swasta itu.
Kapolres Palopo, AKBP Muh Fajaruddin, menambahkan, polisi yang bertugas sebagai pengamanan unjukrasa di daerah ini, tidak dipersenjatai. Karena itu, Kapolres secara tegas membantah jika dua mahasiswa dan satu warga yang menjadi korban penembakan, itu dilakukan oleh polisi. "Bagaimana anggota saya mau menembak sementara mereka tidak dipersenjatai saat melakukan pengamanan aksi unjukrasa," tegas Kapolres.
Disinggung soal adanya proyektil peluru tajam yang ditemukan mahasiswa di sekitar kampus Uncokro, Kapolres menegaskan, proyektil tersebut belum tentu milik anggota polisi. "Jadi, sekali lagi saya tegaskan, tidak ada anggota polisi menembak pendemo," katanya, seraya menambahkan, pihaknya telah sangat bersabar menghadapi pendemo selama beberapa hari terakhir, namun mahasiswa dalam aksinya melakukan pengrusakan Kantor Wali Kota, Kantor DPRD, dan berbagai fasilitas publik.
"Kami aparat pengamanan tidak mungkin membiarkan tindakan anarkistis pendemo terus berlanjut, apalagi sudah menjurus perusakan sarana publik dan aset-aset pemerintah," katanya.
Sementara itu, dari 15 korban, Riswan Hamid, mahasiswa Universitas Cokroaminoto (Uncokro) Palopo paling parah karena bola mata kanannya pecah terkena lemparan benda keras. Bola mata korban terus mengeluarkan darah dan dirawat insentif di UGD Atmedika. "Sesuai pemeriksaan medis, korban (Riswan Hamid) mengalami luka serius pada mata kanan. Bola mata kanan korban pecah diduga kena benda keras dan harus segera ditangani dokter ahli mata," kata dr Julyansih.
Jika lambat ditangani dokter ahli mata, tim medis khawatir korban akan mengalami kebutaan permanen akibat bola matanya pecah dan kornea matanya mengalami luka serius dan terkontaminasi kuman. "Kami sebatas memberikan perawatan medis, tetapi secepatnya harus ditangani dokter ahli mata," katanya.
Korban lainnya yang dirawat di RS, rata-rata mengalami luka terbuka pada kepala dan memar. Dokter menyebutkan, sesuai hasil pemeriksaan medis, luka terbuka pada kepala dan wajah para korban, akibat terkena benturan benda keras. "Tapi, dari 14 korban, salah seorang korban keracunan gas air mata sehingga sesak nafas dan dirawat intensif," kata Syafitri.
Para korban tersebut, sesuai data UGD RS Atmedika, yakni mahasiswa Universitas Cokroaminoto yang dirawat inap akibat luka-lula, di antaranya Riswan Hamid, Ahmad Pasau, Aswar Madjid, Andre, Isnul, Sakti Akbar, Jidar, Ruslan, dan Ahmad Pasau.
Sedangkan, mahasiswa STAIN Palopo adalah Harzal, Ridwan, Akbar, dan Karno. Seorang warga Anggrek bernama Ilham ikut dirawat dan staf pribadi Wali Kota Palopo, Iwan menderita luka memar dan terbuka pada wajah dan pelipis kiri.
Paltiana, aktivis AMPO Palopo mengakui, jumlah mahasiswa lebih banyak mengalami luka-luka karena dikepung dan diserang di Kampus Uncokro Palopo baik oleh petugas kepolisian, Satpol-PP, termasuk warga sekitarnya. Dua mahasiswa juga menderita luka serius akibat tertembak.
"Korban luka-luka dari mahasiswa di atas 30-an orang, tetapi hanya 13 orang dirawat di rumah sakit akibat luka serius," kata dia, seraya mengakui, rata-rata rekan-rekannya terluka terkena lemparan batu dan kayu.
Presiden Hormati Hasil Keputusan DPR
JAKARTA- Rapat paripurna DPR yang berlangsung alot pada Jumat, 30 Maret 2012 malam akhirnya memutuskan bahwa Pemerintah tidak menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 1 April mendatang.
Atas keputusan voting di DPR tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghormati hasil keputusan tersebut.
"Ya. Bapak Presiden menghormati hasil keputusan Sidang Paripurna DPR RI dini hari," ujar Julian dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Sabtu (31/3/2012).
Julian menambahkan bahwa hasil keputusan rapat paripurna DPR tersebut akan dibahas oleh Presiden, Wakil Presiden dan para menterinya dalam sidang kabinet.
"Akan dibahas dalam sidang kabinet," tuturnya.
Namun, Julian belum dapat memastikan kapan sidang kabinet tersebut akan dilaksanakan. "Masih belum dipastikan waktunya. Nanti pasti akan diberitahu," katanya.
Seperti diketahui, hasil voting DPR menyepakati opsi kedua yaitu adanya penambahan ayat pada pasal 7 ayat 6 yang memperbolehkan pemerintah mengubah harga BBM jika harga minyak mentah (Indonesia Crude Price) mengalami kenaikan atau penurunan rata-rata 15% dalam waktu 6 bulan.
Sementara opsi pertama adalah tidak ada perubahan apa pun dalam pasal 7 ayat 6 Undang-Undang APBN 2012 yang isinya tidak memperbolehkan pemerintah menaikkan harga BBM pada tahun ini.
Hasil voting DPR sebanyak 356 anggota dewan menyetujui opsi kedua dan 82 anggota menyetujui opsi pertama. Sementara 93 anggota dewan dari Fraksi PDIP dan Hanura melakukan walk out.
Senin, 26 Maret 2012
Ngotot Naikkan BBM, SBY Bisa Jatuh
Presiden SBY dan Wapres Boediono (dok: Okezone)
DENPASAR - Gelombang penolakan kenaikkan
harga BBM yang kian meluas bisa mengancam kepemimpinan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono, jika tetap tidak mengindahkan jeritan rakyat.
Kini berbagai elemen masyarakat di daerah termasuk di Bali, menolak kebijakan pemerintah pusat menaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), kian menguat.
Karena itu, pemerintah diingatkan jangan menganggap remeh gerakan penolakan kenaikan BBM, sebab ini bisa menjadi ancaman serius kepemimpinan Presiden SBY.
"Bisa jatuh (SBY) , jika tetap menaikkan BBM, sebab ini implikasinya serius terhadap keberlangsungan hidup rakyat," ujar Agamawan Hindu Gus Indra usai menghadiri Panggung Rakyat di depan Kampus Universitas Udayana, Jalan Sudirman, Denpasar, Senin (26/3/2012) petang.
Saat pemerintahan (almarhum) Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri melahirkan kebijakan BBM, rakyat masih menerima secara rasional.
Namun saat ini, kenaikan BBM yang digulirkan masa SBY-Boediono sudah dirasakan tidak rasional lagi oleh rakyat Indonesia.
Bahan bakar minyak, seperti halnya kebutuhan pangan, merupakan kebutuhan pokok rakyat. Jika ada kenaikan harga beras, cabai dan lainnya rakyat masih bisa menerima.
Namun kenaikan BBM jelas berimplikasi luas dan langsung menyengsarakan rakyat. Sebab semua aktivitas masyarakat berkaitan dengan BBM, mulai kesehatan, mobilitas hingga urusan dapur sangat tergantung BBM.
Rakyat Indonesia umumnya bergantung BBM bersubsidi sehingga jika BBM naik sama artinya membunuh rakyat.
(amr)
Kini berbagai elemen masyarakat di daerah termasuk di Bali, menolak kebijakan pemerintah pusat menaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), kian menguat.
Karena itu, pemerintah diingatkan jangan menganggap remeh gerakan penolakan kenaikan BBM, sebab ini bisa menjadi ancaman serius kepemimpinan Presiden SBY.
"Bisa jatuh (SBY) , jika tetap menaikkan BBM, sebab ini implikasinya serius terhadap keberlangsungan hidup rakyat," ujar Agamawan Hindu Gus Indra usai menghadiri Panggung Rakyat di depan Kampus Universitas Udayana, Jalan Sudirman, Denpasar, Senin (26/3/2012) petang.
Saat pemerintahan (almarhum) Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri melahirkan kebijakan BBM, rakyat masih menerima secara rasional.
Namun saat ini, kenaikan BBM yang digulirkan masa SBY-Boediono sudah dirasakan tidak rasional lagi oleh rakyat Indonesia.
Bahan bakar minyak, seperti halnya kebutuhan pangan, merupakan kebutuhan pokok rakyat. Jika ada kenaikan harga beras, cabai dan lainnya rakyat masih bisa menerima.
Namun kenaikan BBM jelas berimplikasi luas dan langsung menyengsarakan rakyat. Sebab semua aktivitas masyarakat berkaitan dengan BBM, mulai kesehatan, mobilitas hingga urusan dapur sangat tergantung BBM.
Rakyat Indonesia umumnya bergantung BBM bersubsidi sehingga jika BBM naik sama artinya membunuh rakyat.
(amr)
Humor Gus Dur
Menyengsarakan Anggota DPR
SUATU hari di negara antah berantah, muncul
suatu kebijakan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya di negara
lain.
Kebijakan itu yakni, setiap orang yang berstatus wakil dinaikkan pangkatnya. Wakil presiden jadi presiden, wakil direktur menjadi direktur, wakil komandan menjadi komandan wakil gubernur menjadi gubernur, wakil RT menjadi ketua RT dan seterusnya. Yang penting dalam program ini tidak ada penggusuran posisi. Perkara ada posisi ganda, itu bisa diatur dalam pembagian tugasnya.
Masalah pembengkakan anggaran, semua ditanggung oleh negara. Sesudah mantap dengan rencana itu, diajukanlah program ini ke DPR untuk mendapatkan persetujuan mereka. Ternyata mereka menolak. Betul-betul menolak keras. Bahkan, ditolak mentah-mentah dengan sangat keras.
Alasannya, program ini menyengsarakan anggota DPR. Bayangkan, mereka akan berubah status dari wakil rakyat menjadi rakyat.
(//rhs)
Kebijakan itu yakni, setiap orang yang berstatus wakil dinaikkan pangkatnya. Wakil presiden jadi presiden, wakil direktur menjadi direktur, wakil komandan menjadi komandan wakil gubernur menjadi gubernur, wakil RT menjadi ketua RT dan seterusnya. Yang penting dalam program ini tidak ada penggusuran posisi. Perkara ada posisi ganda, itu bisa diatur dalam pembagian tugasnya.
Masalah pembengkakan anggaran, semua ditanggung oleh negara. Sesudah mantap dengan rencana itu, diajukanlah program ini ke DPR untuk mendapatkan persetujuan mereka. Ternyata mereka menolak. Betul-betul menolak keras. Bahkan, ditolak mentah-mentah dengan sangat keras.
Alasannya, program ini menyengsarakan anggota DPR. Bayangkan, mereka akan berubah status dari wakil rakyat menjadi rakyat.
(//rhs)
Langganan:
Postingan (Atom)






